Persija Jakarta harus menghadapi kenyataan tidak bisa lagi menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk sementara waktu. Situasi ini mendapat perhatian khusus dari pelatih Shin Tae-yong, yang berharap timnya tetap bisa menyuguhkan permainan berkualitas meski harus meninggalkan stadion kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut.
Keputusan renovasi SUGBK membuat Macan Kemayoran perlu mencari alternatif kandang. Kondisi ini tentu bukan perkara sederhana, terutama karena stadion memiliki peran penting dalam menunjang karakter permainan sebuah tim.
Bagi Shin, kualitas lapangan bukan sekadar fasilitas pertandingan. Kondisi rumput yang baik turut menentukan bagaimana pemain mengembangkan strategi dan menciptakan permainan atraktif di hadapan suporter.
Shin Tae-yong Kecewa Persija Tak Bisa Menggunakan SUGBK
Shin Tae-yong mengaku menyayangkan keputusan yang membuat Persija Jakarta harus meninggalkan SUGBK. Menurutnya, stadion tersebut memiliki kualitas lapangan yang mendukung tim untuk menampilkan sepak bola menarik.
Dalam pandangannya, memberikan hiburan kepada The Jakmania bukan hanya soal mengejar kemenangan. Persija juga perlu menunjukkan permainan yang enak ditonton, dan kondisi lapangan menjadi salah satu faktor pendukungnya.
“Sangat disayangkan. Ya, untuk memberikan hiburan kepada suporter, sebenarnya dibutuhkan lapangan bagus seperti SUGBK. Tetapi ya mau bagaimana lagi, sudah ada keputusan seperti itu,” kata Shin dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Dewa United, Jumat (30/10/2026).
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Shin memahami keputusan renovasi, meskipun dirinya harus menerima konsekuensi berupa perubahan tempat pertandingan kandang.
Shin Minta Pengelola JIS Membenahi Kualitas Rumput
Setelah tidak bisa menggunakan SUGBK, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi salah satu alternatif utama bagi Persija Jakarta.
Namun, Shin Tae-yong memiliki harapan tersendiri terhadap stadion yang berada di Jakarta Utara tersebut. Ia ingin kondisi permukaan lapangan dan kualitas rumput JIS mendapatkan perhatian lebih serius.
Pasalnya, kualitas lapangan bisa memengaruhi aliran bola, pergerakan pemain, hingga efektivitas strategi yang diterapkan pelatih.
Shin pun berharap pengelola stadion melakukan pembenahan agar Persija tetap mampu memperlihatkan performa terbaiknya.
“Semoga lapangan JIS diperbaiki agar menjadi lebih baik,” kata Shin.
Permintaan tersebut cukup masuk akal. Persija membutuhkan fasilitas yang mampu mendukung permainan kolektif, terlebih ketika harus menghadapi lawan-lawan kuat di kompetisi domestik.
Artikel Terkait
Hasil Dewa United vs Persija 2-1: Marukawa Jadi Mimpi Buruk Macan Kemayoran!
Persija Tak Bisa Pakai SUGBK hingga April 2027
Persija Jakarta diperkirakan harus mencari alternatif kandang setidaknya sampai April 2027. Hal tersebut berkaitan dengan tahapan renovasi lapangan atau field of play (FOP) di kawasan Gelora Bung Karno.
Selain JIS, Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi juga disiapkan sebagai pilihan apabila Persija membutuhkan lokasi pertandingan lainnya.
Dampaknya bukan hanya dirasakan Macan Kemayoran. Timnas Indonesia juga berpotensi menghadapi keterbatasan penggunaan SUGBK, termasuk untuk agenda FIFA Matchday Maret 2027.
Bagi Persija, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi performa meski harus menjalani pertandingan kandang di stadion alternatif.
Shin Tae-yong tentu membutuhkan dukungan semua pihak agar perubahan lokasi pertandingan tidak mengganggu persiapan tim.
Kini, perhatian tertuju pada kesiapan JIS dan Stadion Patriot Candrabhaga. Sebab, Persija bukan hanya membutuhkan tempat untuk bertanding, tetapi juga lapangan berkualitas demi menjaga ambisi bersaing di papan atas.
