SPORTBUZZER – Como 1907 memetik kemenangan 2-0 atas Sassuolo pada pekan kedelapan Serie A 2026/2027, Sabtu (24/10/2026). Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como baru benar-benar menemukan celah setelah turun minum. Dua gol Anastasios Douvikas menjadi pembeda dalam pertandingan yang sempat berjalan alot.
Bagi Sassuolo, hasil ini jelas mengecewakan. Mereka mampu menahan serangan tuan rumah sepanjang babak pertama, tetapi pertahanan yang semula cukup disiplin akhirnya runtuh setelah jeda. Absennya Jay Idzes akibat cedera juga menjadi perhatian tersendiri bagi pendukung tim asal Italia tersebut.
Como Dominan, tetapi Sassuolo Sempat Bertahan dengan Baik
Como tampil agresif sejak awal pertandingan. Martin Baturina dan Maxence Caqueret ikut menggerakkan serangan, sementara Douvikas beberapa kali mencari ruang di lini belakang Sassuolo.
Peluang demi peluang mulai tercipta. Douvikas bahkan sempat mengancam melalui tembakan dari sudut sempit yang membentur tiang. Namun, dominasi penguasaan bola belum cukup untuk mengubah skor. Stefano Turati juga tampil sigap ketika gawangnya mendapat tekanan.
Sassuolo bukannya tanpa peluang. Mereka sempat merayakan gol Darryl Bakola menjelang turun minum, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside dalam rangkaian serangan sebelumnya.
Skor kacamata bertahan hingga babak pertama selesai. Dari sudut pandang taktik, Como sudah mampu menekan lawan, tetapi masih membutuhkan penyelesaian akhir yang lebih klinis. Sassuolo, di sisi lain, cukup berhasil meredam ancaman meski tidak banyak menciptakan peluang berbahaya.
Douvikas Mengubah Jalannya Pertandingan
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-49. Anastasios Douvikas menuntaskan peluang dari jarak dekat setelah menerima umpan Kaiki dalam rangkaian serangan yang melibatkan Caqueret. Como unggul 1-0 dan kini punya ruang lebih besar untuk mengendalikan permainan.
Gol pembuka itu mengubah situasi di lapangan. Sassuolo tak lagi bisa sekadar menunggu dan bertahan. Mereka harus mulai mengambil risiko untuk mengejar ketertinggalan, sementara Como punya kesempatan memanfaatkan ruang yang muncul.
Hasilnya terlihat pada menit ke-60. Kaiki kembali berperan dalam proses serangan setelah merebut bola dan bergerak dari sisi kiri. Douvikas menyelesaikan peluang tersebut untuk kali kedua sekaligus mengubah skor menjadi 2-0.
Brace itu bukan cuma soal ketajaman sang penyerang. Como mampu membaca momentum dan menghukum lawan ketika pertahanan Sassuolo mulai kehilangan kendali. Dalam pertandingan seperti ini, efektivitas di depan gawang sering kali lebih menentukan daripada dominasi semata.
Hingga peluit akhir, Sassuolo gagal memperkecil ketertinggalan. Como pun mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Jay Idzes Absen, Pekerjaan Rumah Sassuolo Bertambah
Perhatian penggemar sepak bola Indonesia tertuju pada Jay Idzes yang belum bisa memperkuat Sassuolo karena cedera. Bek Timnas Indonesia tersebut masih absen ketika timnya menghadapi tekanan Como.
Kehilangan pemain di sektor pertahanan tentu bisa memengaruhi pilihan taktik dan komposisi tim. Meski begitu, tidak tepat jika kekalahan ini hanya dikaitkan dengan absennya Idzes. Como juga menunjukkan kualitas dalam membangun serangan dan memanfaatkan peluang pada babak kedua.
Bagi Sassuolo, persoalan utamanya adalah menjaga konsistensi selama 90 menit. Mereka sempat membuat Como frustrasi, tetapi gagal mempertahankan ketahanan pertahanan setelah kebobolan. Jika ingin bangkit pada pertandingan berikutnya, evaluasi perlu dilakukan terhadap koordinasi lini belakang sekaligus kemampuan tim keluar dari tekanan.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal positif bagi Como asuhan Cesc Fabregas. Perubahan setelah jeda terbukti efektif, dan Douvikas menjawab kepercayaan dengan dua gol penting.
Hasil Como vs Sassuolo 2-0 akhirnya ditentukan oleh ketajaman tuan rumah pada babak kedua. Como pulang dengan tiga poin, sedangkan Sassuolo harus segera berbenah. Bagi pendukung Indonesia, pertanyaan berikutnya adalah kapan Jay Idzes bisa kembali merumput dan membantu memperkuat pertahanan timnya.