Kemenangan 2-0 atas Sassuolo memberi Cesc Fabregas lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Como 1907 memperlihatkan bahwa mereka punya solusi ketika permainan buntu. Dua gol Tasos Douvikas pada babak kedua menjadi penentu, tetapi perubahan komposisi pemain juga layak mendapat perhatian.
Dalam lanjutan Liga Italia Serie A 2026/2027, Como harus menunggu hingga babak kedua untuk memecah kebuntuan. Sassuolo sempat membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan serangan. Namun, situasi berubah setelah Fabregas melakukan tiga pergantian pemain sekaligus.
Tiga Pergantian Fabregas Mengubah Permainan Como
Fabregas memasukkan Jayden Addai, Luis Milla, dan Jacobo Ramon setelah jeda. Keputusan tersebut memberi Como energi baru dalam membangun serangan dan mencari celah di pertahanan Sassuolo.
Dari sudut pandang taktik, pergantian pemain seperti ini bukan sekadar upaya menyegarkan tenaga. Pelatih juga perlu mengubah dinamika permainan ketika pendekatan awal tidak menghasilkan peluang yang cukup berbahaya.
Como terlihat lebih efektif setelah turun minum. Mereka mampu memanfaatkan ruang yang tersedia dan menyelesaikan peluang dengan lebih baik. Sassuolo, di sisi lain, gagal merespons perubahan tersebut secara maksimal.
Hasil Como vs Sassuolo 2-0 pun menjadi gambaran bagaimana keputusan dari bangku cadangan dapat menentukan hasil pertandingan.
Baca juga: Como Hukum Kelengahan Sassuolo! Douvikas Menggila, Jay Idzes Masih Absen
Tasos Douvikas Menghukum Kelengahan Sassuolo
Jika Fabregas menjadi sosok penting lewat keputusan taktisnya, Tasos Douvikas adalah pemain yang menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
Penyerang asal Yunani itu membuka skor pada menit ke-49 setelah menerima umpan Maxence Caqueret. Douvikas kembali mencetak gol pada menit ke-60, kali ini melalui rangkaian serangan yang melibatkan Kaiki dari sisi kiri.
Dua gol dalam rentang 11 menit membuat Como berada di posisi nyaman. Sassuolo tak punya banyak waktu untuk menyusun respons, sementara keunggulan tuan rumah membuat mereka bisa mengontrol jalannya pertandingan dengan lebih tenang.
Bagi seorang penyerang, kemampuan membaca ruang dan mengambil keputusan dalam waktu singkat sering kali lebih menentukan daripada banyaknya sentuhan terhadap bola. Douvikas memperlihatkan kualitas itu ketika Como membutuhkan gol.
Nico Paz Dicadangkan, Como Tetap Punya Alternatif
Keputusan Fabregas tidak memainkan Nico Paz juga menarik untuk dicermati. Gelandang serang tersebut sebelumnya menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian setelah tampil melawan Manchester United.
Namun, Como tetap mampu mengamankan kemenangan tanpa menurunkannya. Maxence Caqueret berperan dalam proses gol pembuka, sedangkan Kaiki ikut membangun serangan yang berujung pada gol kedua.
Situasi ini memperlihatkan pentingnya kedalaman skuad. Tim yang ingin bersaing di Serie A tidak bisa terus-menerus mengandalkan pemain yang sama, terlebih ketika jadwal pertandingan menuntut rotasi.
Meski demikian, mencadangkan pemain utama tidak otomatis menjadi keputusan tepat dalam setiap pertandingan. Hasil akhirnya tetap bergantung pada kebutuhan taktik, kondisi pemain, dan kemampuan pengganti menjalankan perannya.
Sassuolo Harus Mengevaluasi Respons Setelah Jeda
Bagi Sassuolo yang ditangani Alberto Aquilani, kekalahan ini menyisakan pekerjaan rumah. Mereka mampu menahan Como pada babak pertama, tetapi kehilangan kendali setelah turun minum.
Masalahnya bukan hanya dua gol yang bersarang di gawang mereka. Sassuolo juga gagal menemukan jawaban ketika Como meningkatkan intensitas serangan.
Dalam pertandingan kompetitif, perubahan momentum bisa terjadi dalam hitungan menit. Tim yang terlambat menyesuaikan posisi dan tekanan terhadap lawan berisiko kehilangan kendali, seperti yang terlihat dalam laga ini.
Kemenangan Penting, tetapi Konsistensi Tetap Diuji
Fabregas patut mendapat kredit atas keberanian mengubah komposisi pemain. Namun, satu kemenangan belum cukup untuk menilai sejauh mana Como bisa menjaga performa sepanjang musim.
Ujian berikutnya adalah mempertahankan efektivitas serangan dan memastikan rotasi tidak mengurangi keseimbangan tim. Jika mampu menjaga dua aspek tersebut, Como punya modal untuk terus bersaing di Serie A.
Hasil Como vs Sassuolo 2-0 akhirnya ditentukan oleh kombinasi keputusan pelatih dan ketajaman Douvikas. Sassuolo kehilangan momentum setelah jeda, sementara Como memanfaatkan kesempatan yang datang. Di sinilah perbedaan antara tim yang sekadar menguasai permainan dan tim yang benar-benar mampu mengubahnya menjadi kemenangan.